Ciri – Ciri Orang yang Suka Melakukan Bullying

Apa itu bullying? Bullying lebih dikenal sebagai salah satu tindakan menyakiti seseorang dengan sengaja yang menimbulkan masalah psikologis bagi korbannya dan berdampak cukup lama. Dimana banyak terjadi tindakan bully? Biasanya tindakan ini banyak terjadi di lingkungan sekolah. Siapa yang melakukan bully? Bully bisa dilakukan oleh anak – anak hingga remaja. Ya, bully memang dianggap sebagai salah satu tindakan yang sangat membahayakan jika dibiarkan terlalu lama terjadi, bahkan banyak yang menganggap bahwa bully bisa membawa seseorang untuk berfikir bunuh diri. Banyaknya dampak buruk yang dialami korban menjadikan bullying harus segera dihentikan.

Ulasan kali ini akan mengajak anda untuk mengenali beberapa ciri yang dimiliki seseorang menjadi pelaku bully. Ketika anda menemukan kasus bully di suatu tempat maka anda bisa dengan mudah menemukan pelaku bully dengan memperhatikan ciri – ciri ini pada pelaku tersebut. Biasanya orang yang mempunyai sifat sebagai seorang pembully dirinya akan mempunyai ciri selalu ingin terlihat berkuasa. Pelaku bully ingin terlihat lebih hebat dari teman – teman lainnya, dengan cara membully tersebut maka pelaku bisa dengan mudah mendapat tahta sebagai pihak yang paling ditakuti. Selain itu pelaku akan mempunyai sikap yang egois, memang benar setiap orang harus mementingkan diri sendiri, namun jangan sampai anda mempunyai sikap egois yang berlebihan hingga menyakiti orang lain.

Ciri – ciri yang paling mudah anda temukan pada seseorang yang melakukan bully adalah dirinya mempunya sikap mudah marah. Pelaku bully akan mempunyai sikap mudah marah, ketika dirinya menemukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan dirinya maka akan meluapkan rasa marahnya dengan orang yang lebih lemah. Bahkan setelah melakukan tindakan tersebut pelaku bully tidak akan mempunyai rasa bersalah, bahkan orang tersebut akan merasa lebih puas dan akan melakukannya lagi. Beberapa ciri yang telah dipaparkan di atas menjadi ciri yang bisa dengan mudah anda temukan pada pelaku – pelaku yang melakukan tindakan bully, dengan adanya ciri tersebut anda lebih mudah mengenali sifat pelaku bullying. Selain itu, jika kamu yang menjadi korban bully, maka anda bisa melawannya dan mengatasinya sendiri dengan membaca langsung tips dan trik mengatasi bully di situs https://agenbola108.cc.

Unsur Penyebab Terjadinya Bullying

Unsur Penyebab Terjadinya Bullying

Unsur Penyebab Terjadinya Bullying – Hampir semua orang tahu dan paham jika ditanya mengenai salah satu perilaku bullying. Tindakan ini memang sudah banyak ditemui di beberapa wilayah, bahkan dari adanya perilaku bullying ini sudah banyak korban yang mengalami masalah psikologis, tentu saja menyembuhka luka tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Mempunyai dampak yang cukup serius dalam tumbuh kembang seorang anak karena mendapatkan bullying dari teman – teman tentu saja bullying semakin menjadi perhatian yang banyak disorot beberapa pihak. Jika ada kasus bullying terjadi berulang – ulang tentu saja hal tersebut harus segera mendapatkan penanganan yang serius. Tindakan ini tidak begitu saja bisa terjadi, biasanya ada beberapa hal yang mendasari terjadinya sebuah perilaku bullying yang dilakukan kepada orang lain.

Berikut ini ada beberapa unsur yang mendasari terjadinya perilaku bullying belakangan ini. Unsur pertama yang menyebabkan bullying terjadi adalah adanya ketidakseimbangan kekuatan. Biasanya perilaku bullying ini dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kekuatan yang lebih kuat dibandingkan dengan orang lain ataubahkan korban yang akan dibully. Bahkan biasanya orang yang mempunyai perilaku bullying ini biasanya mempunyai kasta yang lebih tinggi ataubahkan mempunyai status sosial yang lebih tinggi dibandingkan orang lain. Unsur lainnya yang biasanya mendasari terjadinya bullying ini adalah adanya niat untuk menyakiti orang. Tindakan ini memang secara fisik tidak melukai namun jika diperhatikan hasil dari tindakan ini mampu membuat luka permanen yang sangat sulit disembuhkan, pasalnya luka tersebut langsung membuat mental seseorang terluka, menyembuhkan luka psikologis yang terganggu tentu saja bukan hal yang mudah. Namun bagi orang yang melakukan bullying akan merasakan senang ketika dapat melukai korbannya itulah perilaku yang dimiliki bullying. Selain itu yang menyebabkan adanya bullying ini adalah tindakan menyakiti yang dilakukan berulang – ulang. Bullying bukanlah tindakan yang hanya dilakukan sekali saja, melainkan tindakan yang dilakukan secara berulang – ulang kali kepada korbannya.

Masih ada satu unsur yang dianggap paling mempengaruhi tindakan bullying. Biasanya korban bullying mendapatkan sebuah teror yang dilakukan oleh pelaku. Teror ini tentu menjadi senjata yang paling ampuh membuat seseorang menjadi terluka, bahkan dengan melakukan hal tersebut tujuan dari bullying lebih mudah untuk tercapai. Ketika pelaku sampai melakukan teror kepada korban bullyingnya maka bisa dipastikan korban akan mengalami rasa sakit yang sangat luar biasa. Beberapa unsur yang telah dipaparkan di atas menjadi unsur yang menyebabkan terjadinya bullying. Masih ada beberapa penyebab lainnya yang mampu membuat seseorang untuk melakukan bullying. Anda juga perlu mengetahui bahayanya perilaku bullying jika dilakukan secara berulang – ulang, akan lebih baik jika mendukung diberhentikannya perilaku bullying di beberapa tempat sehingga tidak menambah daftar korban bullying. Anda yang terkena bullying juga bisa mengatasi perilaku bullying yang anda alami dengan mengakses situs https://homebet88.online yang memberikan berbagai informasi mengenai cara atau tips untuk mengatasi bullying yang di hadapi dengan sangat mudah.

Bekas Luka Bullying: Dampak pada Kehidupan dan Hubungan Orang Dewasa

Bekas Luka Bullying: Dampak pada Kehidupan dan Hubungan Orang Dewasa – Satu lagi buku yang penting untuk dijadikan rujukan bagi mereka yang ingin mengatasi bully di kalangan anak-anak, remaja, di sekolah, sehingga mendorong para pemangku kebijakan untuk berbuat lebih banyak, lebih besar, dari apa yang belum mereka perbuat untuk mengatasi bully di Indonesia sekian lama ini. Buku dengan judul “Bullying Scars: The Impact on Adult Life and Relationships” buah karya professor psikologi Ellen Walser deLara dari universitas Syracuse Amerika Serikat.

Penelitian tentang bully telah meningkatkan kesadaran kolektif tentang dampak serius yang dapat terjadi pada anak-anak. Kita tidak lagi menerimanya sebagai suatu situasi dari masa perkembangan serta peralihan yang tidak berbahaya, hanya bagian dari tumbuh kembang yang bisa bikin nyengir dan diurus sisanya lewat saling bersalaman.

Padahal ada pertanyaan penting, pengalaman trauma adalah pengalaman trauman, di mana seseorang tumbuh dari pengalaman traumatik itu, efek yang ada bertahan lama, bayangan kita jika mau jujur, bukan sekedar masa sekolah yang indah, tapi juga bayangan tetang adanya anak pembuli yang kita pingin dia mati menderita, meskipun kita tidak menjadi korban buli.

Itulah pengalaman traumatis dan ternyata bertahan hingga dewasa. Pertanyaannya dalam buku tersebut, apakah ada konsekuensi seumur hidup atau efeknya cukup mempengaruhi pertumbuhan? Apakah sebagian dari kita lebih ulet daripada yang lain dalam move on? Apakah ada hasil positif atau tidak terduga sebagai hasil dari ditindas (atau pernah digertak) sebagai seorang anak?

Dalam upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, buku Ellen mencoba menguak Luka bullly dari masa kanak-kanak dari sudut pandang para korban, pelaku intimidasi, dan orang-orang yang ada di sekitarnya yang sekarang sudah dewasa; buku ini membahas bagaimana kehidupan telah direkayasa melalui pengalaman traumatik sejak masa kecil.

Penelitian yang dikumpulkan untuk buku ini, melalui wawancara dengan lebih dari 800 orang, menunjukkan bahwa pengambilan keputusan orang dewasa, dari pegawai biasa, hingga politisi yang memegang keputusan besar pun dikendalikan oleh viktimisasi yang mereka alami sebagai anak-anak di tangan teman sebaya, saudara kandung, orang tua, atau pendidik.

Ditulis dengan gaya yang menarik dan mudah dicerna dalam bahasa keseharian entah penyajian data, wawancara yang dikumpulkan deLara, buku ini akan menarik bagi siapa pun yang ingin menghilangkan tradisi bully. Selain itu, sangat relevan untuk para guru, profesional di bidang kesehatan mental – konselor, terapis, pekerja sosial, psikolog klinis – yang berurusan dengan masalah ini. Catatan lain dari buku ini adalah :

• Buku ini memberi pembaca untuk menambah wawasan khusus tentang trauma yang dapat muncul dari fenomena yang tampaknya universal ini.

• Berdasarkan penelitian asli penulis dengan lebih dari 800 orang dewasa di seluruh sampel nasional yang beragam.

• Tidak ada buku di pasar yang membahas konsekuensi jangka panjang dari intimidasi masa kanak-kanak di masa dewasa.

• Buku ini berbasis penelitian tetapi sangat mudah dibaca, termasuk akun orang pertama, ingatan, dan pengamatan yang diambil dari ratusan wawancara.

• Setiap bab menggambarkan cara penting di mana intimidasi masa kecil mengubah seorang individu dan kemudian muncul sebagai aspek penting dalam kehidupan dewasa mereka.

Bullying adalah fenomena internasional. Tradisinya sama persis dari satu ke lain Negara, sehingga buku ini juga bisa jadikan rujukan terhadap tradisi bully yang terjadi di Indonesia. Sangatlah mengerikan jika bully didiamkan, maka orang dewasa seperti apa yang kita petik nantinya?

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial