Praktek Bullying yang Berbahaya Bagi Kehidupan Anak

Praktek Bullying

Praktek bullying yang terjadi di tengah masyarakat dapat menyulutkan amarah masyarakat. Bagaimana tidak? Sebagai salah satu tindakan tidak terpuji, praktek bullying dapat melahirkan banyak korban sehingga korban merasa dirinya tidak berguna lagi dan tidak memiliki alasan untuk hidup. Tindakan mengganggu, melecehkan dan menyakiti yang dilakukan oleh pelaku dapat melahirkan gangguan psikis bagi korban.

Stress, cemas yang berkepanjangan, kesulitan untuk tidur, napsu makan yang berkurang dan depresi merupakan dampak yang akan dirasakan oleh para korban bullying di http://multibet88.co Pelaku bullying biasanya mengindahkan norma yang berlaku di sekitarnya ketika melakukan pelecehan terhadap korban.

Para pelaku bullying akan merasa puas jika korban merasakan dampak yang dilakukan oleh para pelaku. Berbicara mengenai praktek bullying, anak-anak merupakan sosok yang kerap merasakan praktek bullying tersebut. Dari sekian banyak kasus bullying, anak-anak merupakan objek tindakan bullying. Para orang tua yang merasakan perbedaan pada tindakan dan perilaku sang anak dapat berpikiran bahwa anak mereka merupakan korban bullying di sekolahnya atau di lingkungan sekitar.

Praktek bullying dianggap membahayakan bagi kehidupan sang anak. Efek dari praktek bullying merupakan alasan mengapa bullying merupakan tindakan yang dapat membahayakan kehidupan anak-anak. Bagi para pelaku bullying, mereka akan dipenuhi dengan rasa bersalah yang berkepanjangan jika korban mengalami kejadian tak terduga selama dilecehkan. Rasa bersalah tersebut melahirkan rasa cemas yang berkepangan dan membuat kehidupan pelaku bullying terusik.

Tidak hanya itu, pelaku bullying nantinya akan gemar melakukan kekerasan dan menjawab semua masalah dengan menggunakan kekerasan. Para pelaku bullying akan bertindak secara agresif dan memiliki watak yang keras, mudah emosi dan rasa toleransi yang rendah. Sikap yang dimiliki oleh pelaku bullying tersebut sangat dibenci oleh orang lain.

Ketika ada kesempatan, pelaku bullying dapat menjadi korban akibat perlawanan yang dilakukan oleh orang lain sebagai bentuk ketidaksukaannya terhadap watak yang mereka miliki. Hal tersebut dapat memicu dendam diantara pelaku bullying. Tidak hanya berbahaya bagi para pelaku bullying, korban bullying pun merasakan dampak dari perilaku yang merugikan tersebut.

Bullying yang dilakukan oleh pelaku tidak hanya dilakukan dengan melakukan kekerasan fisik saja tetapi juga kekerasan secara verbal. Bullying secara verbal dapat dilakukan dengan menghinda, mencela dan merendahkan orang lain. Bullying verbal tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi dapat pula dilakukan melalui media elektronik dan media online.

Para korban biasanya merasa rendah diri akibat dari cacian yang mereka terima. Berikut ini merupakan dampak bullying pada anak sebagai korban dari praktek bullying:
Timbul rasa cemas berlebih
Rasa cemas merupakan salah satu dampak yang akan dialami oleh anak sebagai korban bullying. Rasa cemas yang anggota http://citibetqq.com rasakan dlengkapi dengan rasa takut sehingga menimbulkan penurunan konsentrasi dalam belajar. Jika praktek bullying dilakukan dalam waktu yang panjang, praktek bullying tersebut dapat menghasilkan depresi dan penurunan rasa percaya diri. Korban akan menghindari interaksi dengan orang lain dan rentan mengalami stress berkepanjangan.

Prestasi akademik yang menurun
Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, para korban bullying biasanya akan memilih menyendiri daripada berhadapan dengan orang lain. Perilaku tersebut membuat korban bullying tidak bersemangat untuk mendalami pendidikan di sekolah. Mereka akan jarang terlihat di sekolah dan tidak mengikuti pelajaran dengan baik. Akibatnya, prestasi akademik menurun dan daya tangkap anak semakin berkurang.

Balas dendam
Korban bullying akan melakukan usaha untuk menghilangkan rasa sakitnya dengan melakukan balas dendam kepada para pelaku bullying. Aksi ini merupakan dampak terparah yang terjadi akibat tindakan bullying.

Shares 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *